Demi masa, , ,

Posts tagged ‘Mahabbah’

Ma’rifah

Mahabbah dan Ma’rifah Rabi’ah

Mahabbah senantiasa di dampingi oeh Ma’rifah, keduanya menggambarkan hubungan  yang rapat antara sufi dengan tuhan, Tentang Ma’rifah  Rabi’ah pernah berkata bahwa  “buah ilmu rohani adalah jika engkau palingkan mukamu dari makhluk agar engkau dapat memusatkan perhatianmu hanya kepada ALLAH saja, karena Ma’rifah itu adalah mengenal ALLAH sebaik-baiknya.
Ketika Rabi’ah ditanya apakah engkau melihat tuhan yang engkau sembah ? maka ia menjawab; jika aku tidak melihatnya maka aku tidak menyembahnya.”
Dzul al-Nun al-Mishri mengklasifikasikan Ma’rifah menjadi tiga tingkatan.

  1. Ma’rifah Awam : mengetahui Tuhan dengan perantara ucapan Syahadat.
  2. Ma’rifah Ulama : mengetahui Tuhan dengan akal.
  3. Ma’rifah Sufi : mengetahui Tuhan dengan perantara sanubari hati.

Rabi’ah telah beribadah dengan tekun sejak dari kecil dengan bimbingan dari kedua orang yuanya, sehingga ia telah mencapai Maqam Cinta Illahi dengan melalui tingkatan – tingkatan di atas, sehingga  ia telah melihat (Ma’rifat) kepada ALLAH. Seperti yang pernah dia sampaikan kepada temannya yang bernama Hayyunah, “ALLAH menjadikan makhluk agar mengenal-NYA, bila sudah mengenal-NYA,mereka akan menyenbah-nya dan mencintainyya, bila sudah mencintainya dibukakanlah rahasia-rahasia kerajaan-nya, dan ketika menyaksikan Cahaya kekuasannya-nya, bertambahlah kenikmatan mereka.”
Barangkali , mahabbah dan ma’rifah yang tertinggi bisa di kategorikan sebagai hal, dan dapat disimpulkan bahwa keduanya selalu berdampingan, dengan Mahabah dan Ma’rifah yang tinggi manusia akan mendapatkan keindahan ALLAH dengan kebenaran yang se benar-benarnya dan harapan akan kebersamaan abadi dengan sang kekasih tercinta di akhirat kelak.

Advertisements
%d bloggers like this: