Demi masa, , ,

Posts tagged ‘Renungan’

Syair-Syair Cinta Rabi’ah Al Adawiyah

SYAIR-SYAIR CINTA RABI’AH AL-ADAWIYAH.

“Tuhanku,tenggelamkan aku dalam cinta-Mu hingga tak ada sesuatu pun menggangguku  dalam jumpa-Mu.
Tuhanku, bintang-gemintang, berkelip-kelip Manusia terlena dalam buai tidur lelap Pintu-pintu istana pun telah tertutup rapat. Tuhanku, demikian malam pun berlalu Dan inilah siang dating menjelang, aku menjadi gelisah, Apakah persembahan malamku kau terima, hingga aku mereguk bahagia Ataukah itu kautolak, hingga aku di himpit duka. Demi kemahakuasan_Mu. Inilah yang akan ku lakukan Selama kau beri aku kehidupan Demi kemanusiaan –Mu, Andai kau usir aku dari pintu-Mu aku tak aian pergi berlalu karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu”.

“Aku mencintai-Mu dengan dua cinta, cinta karena diriku dan cinta karenadiri-Mu. Cinta kerena diriku adalah keadaan senantiasa mengingat –Mu. Cinta karena diri-Mu adalah keadaaan –Mu mengungkap tabir hingga Engkau kulihat Baik untuk ini maupun untuk itu. Pujian bukanlah bagiku, Bagimu pujian untuk semua itu”.

“Salatmu
Adalah cahaya
Ketka manusia tidur terlena.
Tidurmu
Sebagai penghalang
Bagi shalat malammu.
Umurmu
Adalah keuntungan besar
Bila engkau memanfaatkannya.
Membiarkan waktu berlalu
Yang tiada makna dan arti
Adalah kerugian besar
Yang tak  mungkin dapat ditebus”.

”Ya, Allah apa pun yang akan Engkau karuniakan  padaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh- musuh-Mu. Dan apa pun yang akan Engkau karuniakan ke padaku di akhirat nanti, berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu,karena engkau sendiri, cukuplah bagiku.”

“Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi beri ampunlah pembuat dosa yang akan dating kehadirat-Mu. Engau harapanku, kebahagian dan kesenanganku, Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau”.

“Orang – orang telah nyenyak dalam tidurnya Namun, Rabi’ah yang dalam keadaan bersalah tetap berdiri di hadapan-Mu, tertuju ke hadapan-Mu,agar membuatnya selalu dalam keadaan bangun. Demi mengabdi kepada-Mu Demi keagungan dan kebesaran-Mu aku tetap dalam keadaan bangun baik siang maupun malam, demi mengabdi kepada-Mu, sampai aku berhasil menemui-Mu”.
“Ketika kudengar suara azan yang kudengar hanyalah panggilan kiamat, ketika kulihat salju yang kuingat hanyalahbulu beterbangan, ketika kulihat belalang yang teringat hanyalah hari  perhitungan.”

“Suatu hari Rabi’ah membawa air di tangankiri dan obor di tangan kanan;
Kemana engkau hendak pergi Rabi’ah, Tanya seseorang kepadanya,
Saya mau ke langit untuk membakar surga dan memadamkan api neraka, agar keduanya tak menjadi sebab manusia Menyembah-Nya.
Sekiranya  ALLAH tak menjadikan pahala dan siksa, masih adakah di antara mereka yang menyembah-Nya??”

%d bloggers like this: