Demi masa, , ,

Syair Al Hallaj

Pada saat akan menjalankan hukuman, Al Hallaj di keluarkan dari penjara, banyak orang yang menyaksikan peristiwa tersebut termasuk kaum sufi yang pada masa khalifah Al Muqtadir dianggap kaum oposisi terhadap kerajaan yang hanyut dalam kemewahan, di antara mereka tampak Abu Bakar Al Syibli dan Abill Hasan Al Wasithi, pada saat akan di pancung Al Hallaj bertanya ke Al Syibili “adakah kau membawa sajadah?”. “Ada”, jawab As Syibili.

Beliau lalu membentangkan sajadah dan shalat dua rakaat, usai shalat Al Hallaj Melantunkan sebuah syair :

“Aku mmencari tempat ketentraman di atas bumi

Tahulah aku, bukan di bumi tempat ketentraman

Kuikuti saja kehendak mauku

Akupun di perbudak oleh nya

Kalau kucukupkan yang ada

Akupun merdekalah”

Mendengar lantunan syair tersebut, murid  murid Al Hallaj yang hadir menyaksikan hukuman tersebut serta merta berlinangan air mata, Al Hallaj melanjutkan senandungnya ;

“Aku tidak serahkan diriku memikul kesakitan

Hanyalah kutahu bahwa maut jualah yang akan menyembuhkan aku

Satu pandangan daripada engkau

Wahai tempatku bermohon himpunan cita – citaku

Lebih nyaman bagiku daripada dunia sekaligus isinya

Jiwa yang sedang menderita, sabar menderita

Semoga yang menjemput, dia sendiri yang mengobati”.

(Prof. DR. Hamka;Tasawuf dan pemurniannya)

Advertisements
Syair tentang bidadari surga

 Al-imam Ibnul Qayyim menuliskan syair tentang Bidadari Surga dan mahar untuk mereka dalam Nuniyahnya :

 Wahai orang yang thawaf di ka’bah kecantikan

Yang di kelilingi oleh hijr dan rukun – rukun

Tiada henti berjalan di sekitar shafa dan muhassir

Jalannya tiada batasan (1)

Menginginkan kedekatan berhubungan di Mina

Namun bukit menghalanginya untuk dekat

Oleh sebab itu engkau lihat dia selalu ihram

Sedangkan tempat usainya tidaklah dekat

Mengharap tamatu’ sendirian, terlepas dari kecintaan

Mengharap terwujud qiran(2)

Sehingga dia terus melempar jamrah(3) ke hatinya

Itulah Manasiknyadi setiap jaman

Sudah menghela tunggangan ke tanah air

Di ikuti keinginan dan cita-cita tinggi

Menuju tempat tinggal awal mereka

Tanda-tanda tiba terbentang untuk mereka di perjalanan

Maka bergegaslah wahai pemalas yang selalu terhalang

Dari kejauhan mereka melihat tenda-tenda menjulang

Memancarkan cahaya dan burhan

Maka ia tuju tenda itu lalu menyalakan di dalam nya

Pelita –pelita bagaikan rembulan yang tidak redup

Dari wanita yang cantik jelita pandangannya

Dia tiada menginginkan selain kekasihnya

Yang tidak memperdulikan semua pemuda lain

Dia hanya menetapkan pandangan kepada kekasihnya, karena ketampanannya

Pandangan pada sisi ini adalah pandangan wanita(4)

Atau karena dia membuat pandangan hanya tertuju kepadanya karena kecantikannya

Maka pandangan yang dimaksud adalah pandangan para pria(5)

 

Wahai pengumbar pandangan yang tersiksa dalam kesenangan

Lepaskan matamu dari kecantikan dan kemolekan

Jangan sampai kecantikan menawanmu

Padahal menyimpan penyakit yang justru membawa kerugian

Yang rendah akhlaknya lagi buruk perilakunya

Dia Syaithan betina dalam bentuk manusia

Yang mengajak pada kehinaan dan kerendahan

Mereka pasangannya laki-laki yang tidak suka berbuat ihsan

Yang tidak memiliki agama dan tidak pula akal sehat

Tidak pula akhlak dan rasa takut kepada Ar-rahman

Kecantikannya tipuan lagi imitasi

Kalau kecantikannyatelah dia tinggalkan tiada mata meliriknya

Ia diciptakan memiliki kebiasaan tidak menjaga diri

Apalagi memenuhi hak suami dengan kedua tangannya

Jika suami sedikit saja melakukan kekurangan

Ia mengatakan “engkau tidak pernah berbuat kebaikan”

Atau jika suaminya meluruskan kesalahnnya, ia justru membangkang

Dia tidak mau menerima selain kebengkokan dan kekurangan

Pikirannya selalu melancarkan tipu daya

Yang terkadang mengacaukan pikiran manusia

Kecantikannya tipis dan lembut

Di bawahnya segala macam aib dan kekurangan yang engkau inginkan.

 

Wanita yang menjaga dirinya saat suaminya tiada

Menjadi wanita istimewa tersendiri dalam kehidupan

 

Apabila gadis pingitan telah membelalakkan matamu yang kau dambakan

Belum juga kau dapatkan sampai sekarang

Maka pinanglah dari Ar-rahman gadis pingitan

Persembahkan maharnya selagi ada kesempatan(6)

Nikah itu lebih mudah bagimu

Apabila engkau termasuk orang yang memiliki ilmu dan iman

Demi Allah, tidaklah engkau lahir ke dunia ini

Sekedar untuk merasakan manisnya kehidupan dan tidak pula harta yang kan sirna

Akan tetapi engkau lahir tuk mempersiapkan bekal menuju akhirat

 

Dengarkan sifat-sifat pengantin – pengantin putri surga

Kemudian pilihlah untuk dirimu wahai orang yang berakal

Mereka adalah gadis cantik jelita yang telah di sempurnakan tubuhnya

Juga kecantikannya mengalahkan gadis – gadis tercantik

Sampai pandangan kebingungan melihat kecantikannya

Maka pandangan bagaikan orang kebingungan

Dia mengatakan tatkala menyaksikan kecantikannya

Maha suci Dzat yang memberi kecantikan dan kebaikan

 

Keterangan:

1.Mayoritas manusia di dunia, hatinya terpaut dengan kecantikan, mabuk kerinduan dan cinta, selalu membicarakan kecantikan dan wanita cantik, yang seperti ini tidak akan membawa kebaikan dan yang di dapat hanya kelelahan.

2.Yakni ingin bertemu dengan wanita yang di dambakan untuk bersenang – senang dengannya.

3.Jamrah : Yaitu kecintaan, yang di maksud bukan melempar jamrah saat manasik. Tapi dia lemparkan hatinya kepada wanita yang dia dambakan dan dia cintai, mauk cinta dan wanita, orang yang seperti ini tidak akan pernah sampai tujuan.

4.Yang di maksud adalah para biddari itu hanya membatasi pandangan hanya tertuju pada suaminya sehingga tidak memandang yang lain.

5.Bahwa suaminya hanya mengarahkan pandangan kepada sang bidadari, sebab ia tidak melihat wanita lain yang lebih cantik darinya.

6.Para Bidadari surga itu walinya adalah Ar-rahman, mereka akan di nikahkan dengan hamba – hamba Nya yang Shalih. Dia maha dekat lagi maha mengabulkan, sedangkan maharnya adalah amal shalih.

 

%d bloggers like this: